tutup iklan
bahasa innndnesia smk

Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO) : Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, Contoh, dan Langkah Mengonstruksi Kelas X SMA/SMK

Senin, 15 November 2021


Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO) : Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, dan Langkah Mengonstruksi Kelas X SMA/SMK (elinbi.blogspot.com) - Materi pertama mata pelajaran bahasa Indonesia yang dipelajari siswa kelas X SMA/SMK pada kurikulum 2013 adalah teks laporan hasil observasi atau sering disingkat TLHO. Materi TLHO ini ada pada KD 3.1, KD 4.1, KD 3.2 dan KD 4.2. Untuk menambah referensi siswa dan guru bahasa Indonesia, kali ini saya akan bagikan materi teks laporan hasil observasi (TLHO) : pengertian, ciri, struktur, kaidah, dan langkah mengonstruksi untuk Kelas X SMA/SMK) secara lengkap dan sesuai urutan pembahasan. 

Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)

A. Pengertian Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)

Menurut J.S Badudu, observasi merupakan pengamatan, peninjauan. Observasi dapat dilakukan secara langsung maupun tidak langsung. Observasi langsung dapat dilakukan melalui kegiatan melihat, mengamati, meninjau, melakukan, dan merasakan. Sementara itu, observasi tidak langsung dapat dilakukan melalui membaca, mendengarkan informasi, mendapatkan berita, dan sejenisnya.

Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa teks laporan hasil observasi (TLHO) merupakan teks yang berisi laporan hasil pengamatan terhadap sesuatu.

B. Prinsip-prinsip atau Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)

Prinsip-prinsip atau Ciri-ciri Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO) adalah sebagai berikut:
  1. Lengkap, artimya data dan fakta yang ada dalam laporan harus lengkap.
  2. Jelas, artinya dalam laporan tidak terdapat peluang penafsiran yang berbeda.
  3. Benar (akurat), artinya data yang digunakan harus benar, tidak mengada-ngada dan bisa ditelusuri kebenarannya.
  4. Sistematis, artinya dipaparkan secara runtut agar mudah dipahami.
  5. Objektif, artinya penulis bersikap apa adanya dalam memaparkan informasi.
  6. Tepat waktu, artinya laporan harus disusun sesuai batas waktu yang ditentukan agar fungsi laporan seauai kebutuhan.

C. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)

Struktur teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
1. Pernyataan umum, berupa definisi dan klasifikasi)
Bagian pernyataan umum (klasifikasi) berisi hal-hal umum (biasanya definisi dan/atau klasifikasi). Bagian ini terletak pada paragraf pertama yang selanjutnya diperinci ke dalam paragraf berikutnya.

2. Aspek yang dilaporkan, berupa deskripsi.
Bagian ini berisi deskripsi atau penjelasan aspek atau hal-hal yang dilaporkan.

D. Kaidah Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)

Kaidah teks laporan hasil observasi adalah sebagai berikut.
1. Menggunakan kalimat definisi.
Ciri-ciri kalimat definisi adalah menggunakan kata "adalah", "merupakan", "yaitu", dan sejenisnya.
2. Menggunakan konjungsi atau kata hubung.
3. Menggunakan kalimat simpleks dan kalimat kompleks.
Kalimat simpleks adalah kalimat yang menggunakan satu verba. Kalimat ini dapat disebut kalimat tunggal. Sedangkan kalimat kompleks adalah kalimat yang memiliki lebih dari satu verba.
4. Menggunakan sinonim/antonim.
5. Menggunakan data (angka).

E. Langkah-langkah mengonstruksi teks laporan hasil observasi

Mengonstruksi teks laporan hasil observasi merupakan kegiatan penyusunan teks laporan hasil observasi yang efektif. Berikut langkah-langkah nya.
  1. Menentukan tema kegiatan observasi.
  2. Menentukan tujuan observasi.
  3. Melaksanakan kegiatan observasi melalui pengamatan langsung dan tidak langsung.
  4. Menyusun kriteria aspek yang akan dilaporkan.
  5. Membatasi jumlah aspek yang dilaporkan dengan rambu-rambu yang jelas.
  6. Mulai mendeskripsikan unsur-unsur yang dijelaskan sesuai aspek.
  7. Melengkapu teks laporan hasil observasi dwngan data dan gambar.
  8. Membuat simpulan laporan hasil observasi.

   F. Contoh Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO)


   Komodo

Tahukah kalian, Komodo merupakan jenis hewan melata terbesar yang ada di Indonesia dan dilindungi oleh pemerintah Indonesia. Komodo biasanya hidup di semak-semak dan di sejumlah hutan yang ada di Indonesia. Selain itu, komodo menjadi hewan melata yang terberat di Indonesia karena memiliki berat tubuh sekitar 100 kg bahkan ada juga yang lebih dari itu .


Ada komodo terbesar di Indonesia yang pernah diukur tinggi dan juga beratnya yaitu beratnya mencapai 166 kg dan panjangnya mencapai 3 meter, karena pada umumnya panjang dan berat binatang komodo ini hanya sekitar 2,5 meter dengan berat sekitar 91 kg. Namun, memang beberapa jenis komodo ada yang mencapai panjang dan berat komodo yang biasanya.


Komodo mempunyai jenis kulit yang bersisik, berwarna abu-abu, bentuk moncongnya lancip, bagian tungkai lengannya cukup kuat, serta ekornya berotot. Untuk mendeteksi keberadaan mangsanya, komodo menggunakan indera penciumannya karena penciuman pada komodo cukup kuat untuk medekteksi mangsanya (Bangkai Komodo).


Komodo juga memangsa binatang melata lainnya seperti jenis binatang mamalia yang berukuran besar. Hampir diseluruh bagian gigi komodo tertutup oleh gusi sehingga bagian giginya tidak terlihat. Saat komodo sedang makan dan mengunyah, gusinya akan berdarah sebab itulah menjadi media yang ideal untuk berkembangnya bakteri yang berbahaya.


Bakteri yang hidup dibagian mulut komodo tersebut, bisa menyebabkan darah korban yang ia gigit keracunan. Komodo akan menggigit mangsanya kemudian membuntutinya agar mangsanya lemas dan tidak bisa pergi. Namun sangat disayngkan sekali karena binatang melata ini terancam punah. Hal ini disebabkan oleh para pemburu yang tidak bertanggung jawab yang menjadikan habitatnya rusak.


Nah, itulah Teks Laporan Hasil Observasi (TLHO) : Pengertian, Ciri, Struktur, Kaidah, Contoh, dan Langkah Mengonstruksi Kelas X SMA/SMK Kurikulum 2013 (Kurtilas) Revisi (elinbi.blogspot.com). Semoga bermanfaaat.


 Sumber :
- Produktif Berbahasa Indonesia untuk SMK/MAK kelas X, Yustinah

- www.materibelajar.co.id

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

silakan tinggalkan pesan